ads

ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4 Berita Bisnis

Style5

Teknik BE-DO-HAVE Dalam Bisnis - Salah satu tool (alat bantu) yang sering di pakai oleh-oleh orang-orang yang sukses dalam bisnis adalah tools/teknik BE-DO-HAVE. Ternyata BE-DO-HAVE  bisa pula dijadikan tools aktivitas apapun semisal aktivitas pribadi, keluarga, kelompok, perusahaan, bahkan negara. Juga untuk urusan bisnis, sosial, dakwah, dan yang lainnya. Karena yang namanya alat maka teknik ini bisa dilakukan oleh siapapun dengan latar belakang apapun pelakunya. Dalam khasanan kajian islam, teknik ini bisa dinamai sebagai kaidah kausalitas (sebab akibat) atau sunnatullah. Secara ringkas BE adalah Ilmu menjadi (BEING), DO adalah Ilmu melakukan (DOING) dan HAVE adalah Ilmu mempunyai.

Bagaimana menyusun BE-DO-HAVE?
untuk mengaplikasikan teknis ini, yang pertama kali ditetapkan adalah HAVE nya. HAVE adalah apa-apa yang ingin kita capai, kita raih, kita wujudkan, atau kita miliki,. HAVE adalah target, DREAM, atau GOAL. Seseoang ynag memiliki impian jelas atau target yang hendak diraih, tentu sangat berbeda dengan orang yang tidak memiliki tujuan atau target apapu. Dalam bisnis, umumnya HAVE diwujudakan berupa berapa omset yang ditargetkan, berapa profi yang diinginkan, atau berapa aset yang ingin dmiliki perusahaan dalam priode tertentu. Ingat, dalam mennetukan HAVE harus menggunakan kaidah SMART yaitu bahwa target haruslah: specific (khusus), Measurable (terukur), Achievable (bisa dicapai), Resonable (masuk akal) dan Time-phased berbasis waktu).

Coba kmita bayangkan apa jadinya ketika sesorang tidak memiliki target apapun menjalani kehidupan ini, sebuah ke;luarga tidak memiliki cita-cita yang hendak diraih dalam berumah tangga, sebuah oraganisasi tidak menetapkan tujuan organisasinya atau sebuah negara yang tidak mempunyai garis-garis besar haluan negaranya?

DO
Ilmu aksi itulah DO yaitu apa yang harus kiota lakukan sehingga HAVE nya yang sudah ditetapkan dapt tercapai. Ketika target sudah di pasang, impian sudah ditetapkan, tujuan sudah di canangkan, dan cita-cita sudah didekralasikan, namun DO tidak dilakukan maka yakinlah bahwa semua itu hanya akan menemui kegagalan, hanyua akan menjadi catatan dan tidak akan pernah terealisasi dalam kenyataan. mItulah thulul amal atau panjang angan-angan.

DO adalah aktiftas fisik berpa action. DO haruslah sebanding dengan HAVE. Oleh karenanya HAVEnya 100 juta maka DO pun setidaknya harus senila 100 juta. Disinilah berlaku filosofi ; man jadda wa jadda', siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya. namun perlu di ingat, untuk mbisa melakukan DO secara tepat ternyata tidak cukup  mengandalkan semangat. Ibarat orang mau beramal maka dia harus mengetahui dulu ilmunya (knowledge) , punya skill, memakai tools dan njuga membangun systemnya. Setelah itu haruslah di eksekusi di lapangan dan selanjutnya dilakukan controling secara berkala. Didalam dunia manajemen DO bniasanya dijabarkan dengan stratedi POAC. Di dalam dunia marketing bisnis DO bisa dilakukan dengan 5 way's, dan dalam dunia harakah dikenal pula istilah at-tafkir al gahayat, at-tafkir al jaddiyah, berfikir serius dan bertindak uslub.

About AGC : An Naba Global Center

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Lembaga Pemberdayaan, dan pengembangan potensi Umat

Top